Ester, Kisah Ratu Pemberani yang Menyelamatkan Bangsanya
12 Juli 2026 oleh Admin
Ester Menjadi Ratu di Negeri Asing
Kisah ini terjadi pada masa bangsa Yehuda hidup dalam pembuangan di Kerajaan Persia, dicatat dalam Kitab Ester. Raja Ahasyweros yang memerintah kerajaan besar itu sedang mencari ratu baru. Di antara banyak perempuan muda yang dibawa ke istana, ada seorang gadis Yahudi bernama Ester, yang dibesarkan oleh sepupunya, Mordekhai, karena kedua orang tuanya sudah meninggal.
Ester dikenal baik hati dan cantik parasnya. Ketika Raja Ahasyweros bertemu dengannya, sang raja begitu terkesan sehingga memilih Ester menjadi ratu. Namun atas pesan Mordekhai, Ester merahasiakan asal usulnya sebagai orang Yahudi kepada siapapun di istana.
Rencana Jahat Haman
Di istana, ada seorang pejabat tinggi bernama Haman yang sangat berkuasa dan gemar dihormati. Mordekhai, yang juga bekerja di lingkungan istana, menolak untuk berlutut dan menyembah Haman karena ia hanya menyembah Tuhan. Sikap Mordekhai ini membuat Haman marah besar.
Karena tahu Mordekhai adalah orang Yahudi, Haman menyusun rencana jahat, bukan hanya untuk menghukum Mordekhai, tetapi untuk membinasakan seluruh bangsa Yahudi di kerajaan Persia. Ia membujuk raja Ahasyweros untuk mengeluarkan perintah pemusnahan itu, dan raja pun menyetujuinya tanpa tahu bahwa ratunya sendiri adalah orang Yahudi.
Mordekhai Meminta Pertolongan Ester
Ketika berita tentang perintah jahat itu tersebar, Mordekhai sangat berduka. Ia mengirim pesan kepada Ester, memintanya untuk menghadap raja dan memohon supaya bangsanya diselamatkan. Namun permintaan itu sangat berisiko, sebab di kerajaan Persia ada aturan bahwa siapapun yang menghadap raja tanpa dipanggil bisa dihukum mati, kecuali raja mengulurkan tongkat emasnya sebagai tanda perkenan.
Mordekhai kemudian menyampaikan pesan yang sangat terkenal kepada Ester, mengingatkan bahwa mungkin untuk saat seperti inilah Ester diangkat menjadi ratu.
Keberanian Ester
Ester meminta Mordekhai mengumpulkan seluruh orang Yahudi untuk berpuasa dan berdoa bersamanya selama tiga hari, sebelum ia mengambil keputusan besar itu. Setelah itu, dengan hati yang berani, Ester berkata bahwa ia akan menghadap raja meskipun melanggar aturan, dan jika ia harus mati karena itu, ia rela menanggungnya demi bangsanya.
Ester kemudian menghadap raja, dan Tuhan menyertainya. Raja Ahasyweros mengulurkan tongkat emasnya, tanda Ester diterima. Ester lalu mengundang raja dan Haman ke sebuah perjamuan khusus, dan di sanalah, dengan hikmat dan keberanian, ia perlahan mengungkapkan rencana jahat Haman kepada raja.
Bangsa Yahudi Diselamatkan
Raja Ahasyweros murka mengetahui rencana Haman, dan pada akhirnya Haman dihukum atas kejahatannya sendiri. Perintah pemusnahan terhadap orang Yahudi dibatalkan, dan bangsa itu diselamatkan dari kehancuran. Peristiwa ini kemudian diperingati bangsa Yahudi sebagai hari raya Purim, sebagai tanda syukur atas pertolongan Tuhan lewat keberanian Ester.
Pelajaran dari Kisah Ester
Kisah Ester mengajarkan bahwa Tuhan bisa menempatkan seseorang di tempat dan waktu tertentu untuk tujuan yang besar, bahkan ketika orang itu belum menyadarinya. Ester bukan pahlawan yang tiba-tiba muncul, ia sudah lama berada di posisi ratu sebelum akhirnya dipakai Tuhan untuk menyelamatkan banyak orang.
Anak-anak dapat belajar bahwa keberanian sejati sering kali datang bersama rasa takut, bukan tanpa rasa takut sama sekali. Ester tetap merasa cemas, tetapi ia memilih untuk taat dan bertindak benar meskipun berisiko besar bagi dirinya sendiri.
Ayat Hafalan
Ester 4:14, siapa tahu justru untuk waktu yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.
Ide Aktivitas Pendukung
Guru dapat mengajak anak bermain peran sederhana, menirukan adegan Ester memberanikan diri menghadap raja, lalu mendiskusikan momen-momen dalam hidup anak yang butuh keberanian kecil, misalnya berkata jujur atau membela teman yang diperlakukan tidak adil.